“Banyak hal yang kami dapat dari Stula ini, terutama bagaimana inovasi dan teknologi dapat dimanfaatkan untuk membuat pelayanan lebih cepat, mudah dan efektif. Tentunya praktik baik yang relevan akan menjadi bahan bagi kami untuk dikembangkan di Langkat, sehingga dapat mendukung arah pembangunan dan visi-misi Bupati Langkat dalam mewujudkan pemerintahan yang semakin efektif, inovatif dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Ibadi.
Menurutnya, hasil pembelajaran tersebut tidak semata-mata menjadi pengetahuan pribadi, tetapi diharapkan dapat diterjemahkan menjadi gagasan yang memberi nilai tambah bagi organisasi dan masyarakat Kabupaten Langkat.
Pengalaman tersebut diharapkan turut memperkuat upaya Dinas Kominfo Langkat dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi, meningkatkan efektivitas pelayanan publik, serta mendukung transformasi digital guna mendorong kemajuan Kabupaten Langkat.
Seluruh rangkaian Stula didampingi Widyaiswara Ahli Muda Pusjar SKMK LAN RI Aceh, Waldi Ishaq Siregar, SE., MM. Pendampingan dilakukan agar hasil observasi dan diskusi dapat dianalisis serta dikaitkan dengan kompetensi kepemimpinan administrator.
Melalui Stula ini, para peserta PKA, termasuk Kelompok 3, diharapkan tidak sekadar memperoleh pengalaman belajar, tetapi mampu membawa gagasan inovatif dan praktik baik ke instansi masing-masing sebagai bagian dari peran mereka sebagai pemimpin perubahan.
Dengan semangat belajar, berkolaborasi dan berinovasi, hasil pembelajaran Stula diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di masing-masing daerah, termasuk mendukung percepatan transformasi digital di Kabupaten Langkat.(rel)






