Seluruh inovasi itu merupakan hasil kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Simalungun, Bank Indonesia, perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan dan perluasan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
Perwakilan Bank Sumut, Muhammad Sadli, selaku Kepala Divisi Bank Sumut Pusat, menyampaikan bahwa transformasi digital tidak hanya sebatas menghadirkan kemudahan dalam melakukan transaksi, melainkan juga bagaimana menghadirkan layanan perbankan yang semakin dekat, mudah diakses, serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Simalungun.
Sadli juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Utara yang turut memberikan penguatan dan semangat.
Keberhasilan percepatan digitalisasi di daerah tidak hanya berbicara mengenai transaksi dan pembiayaan semata, tetapi juga tentang membangun akses keuangan yang sehat, inklusif, aman, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui peluncuran berbagai inovasi tersebut, Bank Sumut berharap sektor pariwisata di Kabupaten Simalungun dapat semakin modern tanpa kehilangan karakter dan kekhasan daerah.
Dalam arahannya, Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, melainkan merupakan langkah nyata untuk membangun tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, efektif, efisien, dan memberikan kemudahan kepada masyarakat.
“Kami berharap seluruh inovasi ini dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak dan retribusi, meminimalkan biaya administrasi, mengurangi risiko kebocoran, serta mempercepat pelayanan publik,” ungkap Bupati.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Sumut atas perhatian dan dukungannya kepada Kabupaten Simalungun, termasuk melalui penyaluran bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp699.875.889, yang diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui kolaborasi bersama Bank Indonesia, Bank Sumut, dunia perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan, kita optimistis Simalungun dapat terus bergerak maju menuju pelayanan publik yang modern serta pengelolaan keuangan daerah yang semakin baik,” pungkas Bupati.
Pelaksanaan HLM P2DD ke-5 Tahun 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan digitalisasi daerah yang semakin luas, aman, dan inklusif, demi mendukung terwujudnya Kabupaten Simalungun yang maju dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.(rel)






