Bagi Denny, perpindahan dari dunia jurnalistik menuju profesi hukum bukanlah sebuah perubahan yang sepenuhnya terputus. Sebaliknya, pengalaman sebagai wartawan justru menjadi bekal dalam menjalankan profesinya saat ini.
“Bagi saya, pengalaman sebagai wartawan dan dunia hukum memiliki keterkaitan. Keduanya membutuhkan kemampuan untuk memahami persoalan secara utuh, mencari fakta, menganalisis informasi dan menjaga integritas dalam mengambil keputusan,” ujarnya.
Kini, sebagai pendiri sekaligus Direktur Lex Priority Consulting, Denny berada pada fase berbeda dalam perjalanan profesionalnya. Jika dahulu ia berada di balik meja redaksi dan turun ke lapangan untuk mencari berita, kini ia berhadapan dengan persoalan-persoalan hukum, kepailitan, perpajakan, hingga penyelesaian sengketa.
Perjalanan itu memperlihatkan bahwa pengalaman tidak pernah benar-benar hilang. Apa yang dipelajari seseorang pada satu fase kehidupan dapat menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan di fase berikutnya.
Dari seorang mahasiswa yang aktif di pers kampus, menjadi wartawan dan asisten redaksi, kemudian menekuni pendidikan hukum hingga menjadi kurator dan profesional hukum, Denny Syafirizal membangun kariernya melalui proses yang panjang.
“Setiap fase dalam perjalanan karier saya memiliki pelajaran masing-masing. Saya tidak melihat pengalaman di dunia jurnalistik sebagai masa lalu yang terpisah dari profesi sekarang, tetapi sebagai bagian penting yang ikut membentuk cara saya bekerja dan melihat sebuah persoalan,” kata Denny dalam draf pernyataan tersebut.
Pengalaman Denny tersebut juga dikenang oleh seniornya di dunia jurnalistik, Perdana Ramadhan. Keduanya pernah berada dalam lingkungan yang sama di dunia pers, sebelum akhirnya Denny melanjutkan perjalanan profesionalnya ke bidang hukum.
Perdana yang kini menjabat sebagai Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Asahan menilai, pengalaman jurnalistik yang pernah dilalui Denny merupakan modal penting dalam membentuk karakter profesionalnya.
“Denny sejak awal saya kenal memiliki kemauan belajar yang cukup kuat. Ketika masih di dunia jurnalistik, dia tidak hanya menjalankan tugas sebagai wartawan, tetapi juga mau belajar memahami bagaimana sebuah informasi diperoleh, diverifikasi dan disajikan kepada publik,” ujar pria yang akrab disapa Bens ini.
Menurut Perdana, pengalaman di dunia jurnalistik memiliki nilai yang tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan profesi wartawan. Kemampuan menggali fakta, berpikir kritis, melakukan verifikasi serta memahami berbagai sudut pandang tetap dapat diterapkan dalam profesi lain.
“Menurut saya, pengalaman Denny di dunia jurnalistik menjadi salah satu bekal yang sangat baik ketika dia kemudian masuk ke dunia hukum. Seorang profesional hukum juga dituntut untuk mampu melihat persoalan secara objektif, menggali fakta dan memahami masalah secara menyeluruh,” katanya.
Dari dunia pers, Denny menemukan ketajaman membaca persoalan. Dari dunia hukum, ia kemudian membangun ruang profesionalnya sendiri. Kini, perjalanan itu bertemu dalam satu titik: seorang mantan wartawan yang melanjutkan langkahnya sebagai kurator dan profesional hukum. (rel)






