Karena itu, melalui pendidikan kepramukaan, generasi muda didorong untuk membangun budaya produktif, mencintai sektor pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Pramuka harus memiliki keterampilan, kreativitas dan kemandirian, termasuk dalam memanfaatkan teknologi tepat guna dan mengembangkan semangat kewirausahaan sejak usia muda,” ujarnya.
Menurut Tiorita, Gerakan Pramuka juga terus berupaya menghadirkan pendidikan yang mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan zaman dengan tetap berpegang pada Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka sebagai landasan karakter, etika, gotong royong dan semangat kebangsaan.
Kepedulian terhadap lingkungan, lanjutnya, juga menjadi bagian penting dalam pendidikan kepramukaan. Melalui berbagai kegiatan nyata, anggota Pramuka dapat belajar mengenai pengelolaan sampah, efisiensi sumber daya, energi bersih, serta pemanfaatan potensi lokal sebagai bagian dari kehidupan yang produktif dan berkelanjutan.
“Kita ingin setiap Pramuka tidak hanya mendapatkan pengalaman, tetapi juga memiliki wawasan, keterampilan, kedisiplinan dan keberanian untuk mencoba serta melahirkan gagasan yang dapat dikembangkan di gugus depan, sekolah, keluarga dan masyarakat,” tutur Tiorita.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan kepramukaan dapat diwujudkan dalam kegiatan nyata sesuai dengan potensi daerah, seperti menanam dan mengembangkan pangan, menjaga serta mengelola lingkungan, memanfaatkan teknologi, mengembangkan usaha, membantu masyarakat, dan menghadirkan berbagai inovasi.
Tiorita mengajak seluruh anggota Gerakan Pramuka menjadikan peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperbarui tekad, memperkuat persatuan, memperluas pengabdian, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
“Gerakan Pramuka harus terus menjadi kawah candradimuka pembentukan karakter bangsa dan melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian yang tidak pernah padam,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyematan pin peserta Jambore Nasional Tahun 2026 oleh Tiorita, pemotongan tumpeng, serta pelepasan burung merpati sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Langkat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Langkat Hannry P.H. Tambunan, Kepala BNNK Langkat Karno Adhi Swasono, Sekda Langkat Amril, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Langkat Indra Salahurin, Dandim 0203/LKT yang diwakili Kapten Arm Amir D Hutahuruk, Ketua Pengadilan Negeri Stabat yang diwakili Suhendra selaku Analis Pengelola Keuangan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rudi Kinandung, Staf Ahli Bupati Langkat Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Tengku Muhammad Auzai, Kepala Dinas PPKB dan PPA Indri Nugraheni, Kasat Pol PP Dameka P. Singarimbun, Kepala Bappeda Rina Wahyuni Marpaung, Kepala Dinas Koperasi Binawan, Kepala Badan Kesbangpol Faisal Badawi, Kabag Pemerintahan M. Nawawi, Kabag Organisasi Beni Sukmaria Ginting, serta para camat se-Kabupaten Langkat.(rel)






