Selain membahas sinergi pembangunan, pertemuan tersebut turut menyoroti gagasan peningkatan pengelolaan tempat pemakaman umum (TPU). Hinca mendorong program Satu Desa, Satu Tempat Pemakaman Umum (TPU) sebagai upaya meningkatkan ketersediaan dan penataan fasilitas pemakaman yang layak bagi masyarakat.
Menurutnya, pelayanan pemerintah tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan masyarakat yang masih hidup, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap mereka yang telah meninggal dunia. Karena itu, kawasan pemakaman perlu dikelola dengan baik agar bersih, terang, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang berziarah, termasuk pada malam hari.
Gagasan tersebut menekankan pentingnya penataan TPU sebagai bagian dari pelayanan publik sekaligus penghormatan terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Menanggapi berbagai hal yang dibahas, Tiorita berharap gagasan dan aspirasi yang mengemuka dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi serta koordinasi secara berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Langkat, tegasnya, terbuka untuk membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung program yang sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sebagai bentuk penghormatan atas kunjungan tersebut, Tiorita menyerahkan cendera mata berupa tanjak dan songket Melayu khas Langkat kepada Hinca Pandjaitan. Pemberian ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Melayu yang merupakan bagian dari identitas Kabupaten Langkat.
Melalui pertemuan tersebut, Tiorita berharap hubungan baik dengan para pemangku kepentingan semakin erat, sehingga aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan bersama dan peluang dukungan pembangunan bagi Kabupaten Langkat semakin terbuka. Sinergi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Langkat yang lebih maju, sejahtera, serta mampu memberikan pelayanan publik yang semakin baik.
Turut mendampingi Plt. Bupati Langkat dalam pertemuan tersebut, Rudi Kinandung, T.M. Auzai, dr. Juliana, Arie Ramadhani, dan Robbi Rezeki.(rel)






