Langkat (medanbicara.com) – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, SH menerima audiensi Dewan Syarikat Melayu Langkat (DSML) yang dipimpin Ketua DSML Kabupaten Langkat Drs. H. Sukhyar Mulyamin, M.Si bersama para tokoh Melayu Kabupaten Langkat di Ruang Kerja Plt. Bupati, Kantor Bupati Langkat, Selasa (14/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Langkat dan DSML dalam mendukung pembangunan daerah melalui pelestarian budaya Melayu.
Dalam audiensi tersebut, Ketua DSML menyampaikan fatwa dan amanat para tokoh Melayu Langkat kepada pimpinan daerah sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan Kabupaten Langkat. Amanat tersebut diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai identitas masyarakat Langkat.
Selain menyampaikan amanat para tokoh Melayu, DSML juga memaparkan rencana pelaksanaan Forum Evaluasi DSML yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli 2026. Forum tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah serta mempererat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Langkat.
DSML juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Langkat dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. Di samping itu, pelestarian adat istiadat Melayu dan penerapan nilai-nilai budaya dalam kehidupan bermasyarakat menjadi perhatian utama sebagai upaya menjaga jati diri Kabupaten Langkat.
Menanggapi hal tersebut, Plt. Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, SH menyampaikan apresiasi atas perhatian, dukungan, dan kepedulian DSML terhadap pembangunan Kabupaten Langkat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat merupakan modal penting untuk mewujudkan Langkat yang maju tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas daerah.






