Pensiunan TNI Tewas Bersimbah Darah di Kafe, 1 Tersangka Dicokok, 2 Lagi Masih DPO, Begini Kronologisnya…

Satu tersangka saat ditunjukkan petugas. (Ist/bud)

Belawan (medanbicara.com)-IS (25), nelayan warga Jalan Gudang Arang, Lorong Supir, Kec Belawan I, tersangka pelaku pengeroyok Parlindungan Napitupulu (62), sampai tewas bersimbah darah, di sebuah kafe di Jalan Sumatera, Kecamatan Medan Belawan, Medan, Sumatera Utara, ditangkap petugas Polres Pelabuhan Belawan, Minggu (3/1/2021). Sementara 2 temannya AL (40) dan DN (37) masih DPO.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP I Kadek Hery Cahyadi SIK ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan penangkapan itu.

Barang bukti yang diamankan, 1 jaket parasut warna biru milik korban bercampur darah, 1 celana keper panjang warna hitam milik korban, sepatu PDL milik korban, 1topi warna krem dengan jaring cokelat ditemukan di kamar mandi diduga milik pelaku, serta 1 celurit ditemukan di kamar mandi.

Menurut keterangan, awalnya, Tim Gabungan Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan dan Polsekta Belawan sekitar pukul 13.00 Wib mendapat informasi bahwa salah satu tersangka IS sedang berada di Jalan Gudang Arang, Lorong Supir, Kec Belawan I.

Kemudian tim langsung mendatangi tempat persembunyian tersangka dan langsung mengamankan tersangka serta memboyong tersangka ke Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan guna pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil interogasi petugas, tersangka mengakui melakukan perbuatannya bersama dengan temannya DN dan AL. Tersangka mengakui sebelum melakukan aksinya, terlebih dahulu mereka merencanakannya di sebuah warung di depan RS PHC Belawan serta pembagian tugas masing-masing. Tersangka dierat Pasal 340 Subs 338 jo 55 KUHPidana.

Sebelumnya, seorang purnawirawan TNI P Napitupulu (62) tewas bersimbah darah, setelah dikeroyok sejumlah pemuda di sebuah kafe di Jalan Sumatera, Kecamatan Medan Belawan, Medan, Sumatera Utara, Minggu (3/1/2020).

Korban adalah warga Jalan Jaring Udang I, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan. Peristiwa berdarah itu terjadi berawal saat P Napitupulu dengan temannya, Arifin bersama dua wanita mengunjungi kafe milik Rusli.

Sesampainya di kafe tersebut, korban bersama Arifin serta dua wanita memesan minuman. Dengan dentuman alunan musik mereka pun menikmati suasana dalam kafe tersebut.

Namun, tidak lama kemudian, teman korban, Arifin beranjak pergi meninggalkan kafe. Sementara P Napitupulu masih berada di dalam bersama dua wanita bersama dirinya datang.

Sewaktu P Napitupulu bersenang-senang ditemani dua wanita terjadi ketidaksenangan dengan sejumlah pria berada di kafe.

Alhasil, keributan pun tak terelakkan antara P Napitupulu dengan sejumlah pria hingga berujung penikaman.

Korban pun tewas dengan kondisi bersimbah darah akibat ditikam para pengunjung yang terlibat pertikaian olehnya.

Secara bersamaan, teman korban, Arifin sebelumnya pergi keluar datang kembali ke kafe. Arifin terkejut melihat kondisi rekannya itu dengan bersimbah darah dan tergeletak di lantai.

Melihat kondisi itu, Arifin membawa P Napitupulu ke Rumah Sakit TNI AL untuk pertolongan medis. Namun, setibanya di rumah sakit, nyawa korban tidak dapat ditolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Petugas Polsek Belawan bersama Polres Belawan tiba di lokasi kejadian setelah menerima informasi adanya keributan di kafe dimaksud. (bud/Trb)

Mungkin Anda juga menyukai