Lokasi di sekitar rumah yang disambangi Densus 88 di Jl Kutilang, Sibolga. (dtc)
Loading...

SIBOLGA (medanbicara.com)- Terduga teroris Husain alias Abu Hamzah menanam 4 bom ranjau di halaman rumahnya di Sibolga, Sumut. Satu bom meledak dan melukai satu polisi saat berupaya melakukan penggeledahan, Selasa (12/3/2019).

“Ada 4 buah bom yang sudah tertanam di halaman rumah sebagai bom ranjau,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019).

Husain alias Abu Hamzah disebut sudah 6 tahun aktif di kelompok jaringan teroris. Abu Hamzah punya keahlian merakit bom.

“Selama 6 tahun terakhir keterangan dari orang tuanya ini aktif di beberapa kelompok itu jaringan Lampung dan Sibolga,” ujar Dedi.

Dedi menyebut Abu Hamzah punya kemampuan merakit bom di atas R, terduga teroris yang ditangkap di Lampung pada Sabtu (9/3). Kelompok teroris Lampung dan Sibolga merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terafiliasi ISIS.

Dari rumah Abu Hamzah di Jl KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, polisi menyita banyak barang bukti, yakni 2 bom pipa, 4 buah casing tabung pipa dari LPG, 100 kg flash powder, serta 2 bom pipa tabung, termasuk 1 bom pipa elbow.

“Kemudian dari hasil olah TKP kemarin, tim berhasil mengamankan 5 buah bom kontainer yang tadi jam 08.00 WIB sudah dilakukan disposal. Kemudian hari ini tinggal sisa-sisanya saja disterilkan,” sambung Dedi.

Abu Hamzah diciduk Selasa (12/3) siang. Penangkapan terduga teroris di Sibolga ini merupakan pengembangan dari penangkapan terduga teroris berinisial R di Lampung pada Sabtu (9/3).

Selain Abu Hamzah, tim Densus 88/Antiteror menangkap dua terduga teroris di Sibolga berinisial AK alias Ameng dan seseorang berinisial P. Dari tangan jaringan Abu Hamzah, polisi menyita barang bukti bom pipa.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, AK alias Ameng merupakan penyandang dana untuk perakitan bom. Diduga AK alias Ameng mengeluarkan uang Rp15 juta untuk perakitan bom.

“Dan terhadap tersangka tersebut dilakukan penyitaan. Penyitaan tersebut antara lain 1 buah rompi yang berisi 10 bom (pipa) elbow, kemudian satu kardus berisi bahan peledak yang masih diperiksa di laboratorium forensik,” ujar Dedi.

Sedangkan terduga teroris berinisial P disebut polisi berperan aktif merencanakan teror yang akan dilakukan Husain alias Abu Hamzah.

“Kemudian perannya juga menyimpan bahan-bahan peledak yang akan digunakan oleh tersangka AH,” sambungnya.

“Yang jelas, sasarannya aparat keamanan. Musuh utamanya kepolisian karena kepolisian yang melakukan pengejaran terhadap kelompok teroris,” ujar Dedi, Rabu (13/3). (dtc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY