Rakor Jelang Ramadhan di Asahan, Bahas Persoalan Keummatan Hingga Logistik

KISARAN (medanbicara.com) – Rapat Koordinasi menjelang Ramadhan 1443 Hijriah di Kabupaten Asahan membahas berbagai hal krusial, seperti persoalan keummatan hingga logistik yang menjadi kebutuhan sehari hari dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Jumat (01/04/22).

Rapat di Aula Mawar Kantor Bupati Asahan dihadiri Unsur Forkopimda Asahan bersama Instansi vertikal dan Ketua Ormas Islam. Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan John Hardi Nasution selaku pimpinan rapat, menyampaikan himbauan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022 M.

Umat Islam di Kabupaten Asahan diimbau mempersiapkan fisik dan mental, bersihkan diri lahir bathin, jalankan protokol kesehatan, menunggu dengan mengikuti ketetapan pemerintah tentang awal Ramadhan dan Syawal 1443 H / 2022 M.

Kemudian, menjadikan Ramadhan momen pembinaan pribadi muslim bertaqwa dan berakhlaqul karimah serta menempah prilaku umat yang Rahmatan Lil ‘Alamin, ummat penebar kasih sayang di alam semesta. Kawula muda tidak membunyikan petasan atau melakukan kebisingan lain, terutama diwaktu pelaksanaan ibadah dan pagi hari. Tetap beretos kerja, displin dan membatasi jam buka tutup usaha, mengedepankan persatuan kesatuan bangsa baik Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah maupun Ukhuwah Basyariah.

Berikutnya, memperbanyak amaliyah Ramadhan, infaq, shadaqoh, zakat harta, zakat fitrah dan menyalurkan lebih terarah, seperti kepada fakir miskin, menyantuni Anak yatim dan dhu’afa. Khusus penyaluran Zakat harta dan fitrah hendaknya disalurkan melalui amil sesuai UU No 38 Tahun 1999, yaitu kepada Badan Amil Zakat (BAZ) ataupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang resmi.

Kepada pemimpin instansi pemerintah, swasta dan perusahaan umum, agar memperhatikan karyawan muslim untuk dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik demi membentuk manusia Indonesia bertaqwa serta menghindari tindakan dapat memancing kerawanan sosial. Pemilik warung Internet, biliar, kafe, rumah makan, tempat hiburan agar membatasi waktu buka tutup, tidak memasang gambar iklan, ataupun melakukan kegiatan mengarah pada gairah nafsu syahwat seperti pornografi dan pornoaksi.

Dalam menjalankan ibadah, malam takbiran, karnaval, sholat Idul Fitri dan mudik lebaran jangan melampaui batas ketentuan status level PPKM serta senantiasa patuh dan taat kepada aturan Pemerintah. Bagi non Muslim agar bersikap toleransi, saling hormat terlebih bagi yang berpuasa.

Kepada Pertamina diharapkan mengantisipasi ketersediaan logistik kebutuhan masyarakat seperti bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) selama Bulan Suci Ramadhan sampai dengan Hari Raya Idul Fitri 1443 H, agar tidak mengalami kelangkaan.(YA)

Mungkin Anda juga menyukai