Penandatanganan MoU antara Walikota Gunungsitoli dengan Pengusaha Pengelola Objek Wisata. (ist)
Loading...

GUNUNGSITOLI (medanbicara.com)-Setiap anak yang telah memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) akan mendapatkan potongan harga khusus ketika mengunjungi sejumlah lokasi objek wisata di wilayah Kota Gunungsitoli.

Hal ini tertuang dalam penandatangan nota kesepahaman bersama antara Pemerintah Kota Gunungsitoli dengan pengusaha pengelola objek wisata di Kota Gunungsitoli, yang berlangsung di rumah dinas Walikota Gunungsitoli, Selasa (27/2/2018).

Di sela-sela acara ramah tamah dengan para pengusaha pengelola objek wisata, Walikota Gunungsitoli, Lakhomizaro Zebua menjelaskan, perjanjian kerja sama ini dengan pengusaha pengelola objek wisata sebagai pionir untuk menggaet dan menarik minat warga Kota Gunungsitoli khususnya para orang tua untuk mengurus dokumen administrasi kependudukan bagi anak-anak mereka.

Menurut Lakhomizaro Zebua, peran para pengusaha sangat besar pengaruhnya dalam pembangunan di Kota Gunungsitoli. Semoga dengan adanya kerja sama ini, setiap anak-anak yang terdaftar sebagai warga Kota Gunungsitoli dapat segera mengurus kartu KIA.

Sebab fungsi dari KIA ini adalah selain mendorong peningkatan kualitas pendataan administrasi kependudukan, juga akan mendukung pemerintah dalam mewujudkan program-program perlindungan dan pelayanan publik yang baik bagi anak-anak di Kota Gunungsitoli.

Dengan kepemilikan KIA ini, setiap anak yang mengunjungi lokasi wisata hanya perlu menunjukkan Kartu Identitasnya dan akan langsung mendapat diskon harga karcis.

Adapun lokasi objek wisata tersebut antara lain, Museum Pusaka Nias, Kaliki Hotel Dan Resto, Pantai Hoya dan Taman Doa Bunda Maria.

Maya Dakhi, pengusaha pengelola Taman Doa Bunda Maria, yang berlokasi di Desa Fodo, Kecamatan Gunungsitoli selatan menyampaikan terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli karena telah diberi kesempatan untuk ikut ambil bagian dalam menyukseskan program pemerintah.

“Dengan adanya kerja sama ini, kami harapkan dapat membantu terselenggaranya program KIA di Kota Gunungsitoli dengan baik. Selain itu juga, hal ini menjadi salah satu strategi promosi yang sangat menarik sehingga ke depan pariwisata di Kota Gunungsitoli dapat semakin dikenal,” kata Maya Dakhi.

Kartu Identitas Anak dilaunching dan dibagikan secara simbolis oleh Walikota Gunungsitoli, Lakhomizaro Zebua pada bulan September 2018 yang lalu bertempat di SMP Negeri I Kota Gunungsitoli.

Ke depan, lanjutnya, KIA akan otomatis menjadi Kartu Tanda Penduduk (KTP) ketika si anak berumur 17 tahun. Sebab nomor yang tertera pada KIA sama dengan nomor yang ada di KTP kelak. (sut)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY