Warga Demo Gudang Pengolahan Ikan Asin di Pematang Pasir

TANJUNGBALAI (medanbicara.com)- Massa yang tergabung dalam Pemuda Tanjungbalai (PETA) mendesak Pemerintah Kota Tanjungbalai segera menutup gudang pengolahan ikan asin, di Kelurahan Pematang Pasir, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, karena dianggap sudah meresahkan, Sabtu (13/8/2022).

Warga yang berasal dari Lingkungan IV dan IV Kelurahan Pematang Pasir, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai tersebut juga menduga gudang itu tidak memiliki izin.

“Di duga telah beroperasi tanpa prosedur serta tidak dilengkapi dengan sarana pendukung, seperti pengolahan limbah maupun alat pengaman bagi pekerjanya dan perizinan lainnya. Pemko Tanjungbalai kami minta agar segera menghentikan kegiatan operasional dari gudang pengolahan ikan asin yang berada di Jalan Lingkar Utara, Lingkungan V, Kelurahan Pematang Pasir, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai ini. Karena keberadaan dari gudang pengolahan ikan asin tersebut telah menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan, khususnya air sungai yang menjadi lokasi pembuangan air limbah, sementara sungai tersebut sangat besar manfaatnya bagi warga setempat untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Ahmad Rolel, Ketua PETA Kota Tanjungbalai, dalam orasinya baru-baru ini, di depan gudang pengolahan ikan asin tersebut.

Menurut Ahmad Rolel, berdasarkan hasil penelusuran yang mereka lakukan, dalam operasionalnya gudang pengolahan ikan asin tersebut telah melakukan banyak pelanggaran, khususnya terkait dengan izin usaha, keberadaan amdal maupun ketersediaan perlengkapan keselamatan pekerja.

Oleh sebab itu, lanjutnya, selain mendesak Pemko Tanjungbalai untuk menghentikan kegiatannya, pihaknya juga mendesak Polres Tanjungbalai untuk melakukan penyelidikan terkait pencemaran lingkungan, serta Dinas Tenaga Kerja Kota Tanjungbalai terkait dengan jaminan keselamatan bagi pekerja di gudangan pengolahan ikan asin tersebut.

Setelah melakukan orasi sekitar selama 1 jam di bawah pengamanan petugas kepolisian dari Polres Tanjungbalai, massa PETA Kota Tanjungbalai yang dipimpin oleh Ahmad Rolel ini membubarkan diri dengan tertib. Mereka berjanji, akan turun kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tersebut tidak dipenuhi.

“Jika dalam minggu ini tidak ada tanggapan dari Pemko Tanjungbalai dan pihak terkait lainnya, kami akan turun kembali melakukan aksi dengan menurunkan massa yang lebih besar,” pungkas Ahmad Rolel mengakhiri orasinya.(Vin)

Mungkin Anda juga menyukai