Rapat Pansus LKPJ 2017 DPRD Medan dengan Dinas Kesehatan, Medan/ist

 

MEDAN (medanbicara.com)- Anggota Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2017, Paul Mei Anton mengeluhkan pelayanan Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Paul menilai, pelayanan BPJS Kesehatan seperti ada perbedaan antara pasien umum dan pasien BPJS Kesehatan.

“Kalau pasien umum pelayanan yang diberikan rumah sakit maksimal, kalau pasien BPJS buruk,” kata Paul saat rapat pembahasan LKPj 2017 bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) di gedung dewan, Senin (16/4/2018).

Dia meminta, agar Dinas Kesehatan Medan untuk tidak tutup mata dengan buruknya pelayanan BPJS Kesehatan.

“Masyarakat diarahkan ikut kepersertaan BPJS. Tapi, pelayanan buruk,” sindirnya.

Buruknya pelayanan BPJS, kata Paul, dialami dirinya sendiri. Ketika itu, dia ingin membawa ibu nya berobat ke RS Murni Teguh.

“Ibu saya ikut BPJS, tiap bulan bayar iuran Rp100.000. Anehnya, tidak diterima ketika berobat ke Murni Teguh,” sesalnya.

Politisi PDIP ini sebenarnya tidak ingin mempublikasi hal tersebut. “Saya tidak ingin dibilang perhitungan untuk berobat orangtua. Karena BPJS tidak diterima, akhirnya berobat ke Murni Teguh sebagai pasien umum,” sebutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Medan, drg Usma Polita mengaku, pihaknya terus melakukan monitoring terhadap pelayanan BPJS di rumah sakit.

Khusus mengenai RS Murni Teguh, Usma mengaku, ada sedikit kendala pembayaran oleh BPJS. Dimana, ada sejumlah tagihan RS Murni Teguh yang belum dibayarkan.(eko fitri)

 

TIDAK ADA KOMENTAR