• 900 ribu ton aluminium primer, dan
• 150 ribu ton aluminium sekunder atau daur ulang.
Lebih dari sekadar angka, Ilhamsyah juga menekankan pentingnya membangun nilai bersama melalui kolaborasi lintas rantai pasok dan lintas negara.
“Indonesia siap menjadi mitra terpercaya. INALUM siap membuka ruang kolaborasi yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Suasana hangat pada Acara makan malam ini berpotensi untuk menciptakan kerja sama jangka panjang antar pelaku industri.
Fastmarkets Bauxite & Alumina Conference 2025 adalah salah satu forum tahunan paling bergengsi di industri logam ringan, yang mempertemukan pelaku usaha, pembuat kebijakan, investor, dan pakar industri dari seluruh dunia. (rel)






