Upaya BG untuk menyetubuhi Melati akhirnya terwujud. Pada pertengahan Desember 2025 yang tak diingat Melati maupun kedua orangtuanya tanggal pastinya, BG datang ke rumah orangtua Melati. Awalnya BG meminta Melati untuk memijat badannya diruang tamu rumah. Lama kelamaan, libido BG naik melihat Melati dengan membekap Melati dan memasukkan jarinya kedalam kemaluan Melati yang tak dapat berteriak karena mulutnya dibekap. Sambil mengobel kemaluan Melati, nafsu BG yang sudah di ubun-ubun tak dapat lagi ditahan dan langsung mengembat perawan Melati. Usai melampiaskan nafsu bejatnya terhadap Melati, BG berpesan agar tidak memberitahukan kepada orangtua melati.
Seperti kata pepatah, sepandai-pandainya menyimpan bangkai pasti tercium juga. Begitu juga dengan ulah BG akhirnya terungkap setelah Melati mengeluh kepada ibunya jika perutnya sakit. Curiga, kedua orangtua korban mengorek-ngorek informasi dari anak kandungnya itu. Melati, sulung dari empat bersaudara itu akhirnya membuka mulut jika dirinya sudah disetubuhi BG yang merupakan mandor dari ibu Melati.
Mendengar pengakuan Melati, kedua orangtua korban kaget karena tidak menyangka jika BG tega menyetubuhi Melati dan melaporkannya ke Polresta Deli Serdang sesuai surat tanda penerimaan laporan Nomor : STTLP / B / 51 / I / 2026 / SPKT Polresta Deli Serdang pada tanggal 14 Januari 2026. (man)






