Massa KNPI Tanjungbalai Minta Kapolda Sumut Ambil Alih Kasus Dugaan Scammer di Gang Daulay

oleh
Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Energy of Harmony bersama masyarakat Kota Tanjungbalai menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Tanjungbalai, Jum'at (22/05/26) sekitar pukul 15.00 Wib.(Vin)

KNPI juga melontarkan kritik terhadap kepemimpinan Polres Tanjungbalai. Azri menyebut lambannya proses penanganan kasus menjadi rapor merah bagi institusi kepolisian di bawah kepemimpinan Kapolres Tanjungbalai AKBP Welman.

Dalam tuntutannya, massa meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar memerintahkan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengambil alih penanganan kasus dugaan scammer tersebut agar proses hukum berjalan lebih transparan dan profesional.

Selain Muhammad Azri, orasi juga disampaikan oleh sejumlah tokoh pemuda di antaranya Bung Saufi Sima, Muhammad Teguh, dan Bung Sulaiman Marpaung.

Mereka meminta Kasatreskrim Polres Tanjungbalai AKP Bram kembali mengambil tindakan terhadap terduga pelaku yang disebut telah dilepas dengan status wajib lapor.

KNPI Tanjungbalai juga menegaskan akan membawa persoalan ini ke tingkat nasional bersama Ketua Umum KNPI Haris Pratama agar mendapat perhatian lebih luas dari publik maupun pemerintah pusat.

Dalam aksi tersebut, massa turut mempertanyakan mengapa pemilik rumah yang menjadi lokasi penggerebekan belum juga ditetapkan sebagai tersangka. Padahal, menurut mereka, terdapat sejumlah alat bukti lain, termasuk rekaman CCTV yang berada di lokasi kejadian.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan massa meminta agar proses hukum dilakukan secara terbuka serta tidak tebang pilih.(Vin)