Alexander menegaskan bahwa revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan langkah strategis jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kepulauan Nias.
“Pendidikan merupakan kebutuhan dasar. Dengan adanya SMAN unggulan di Kepulauan Nias, output yang kita harapkan adalah peningkatan kualitas SDM masyarakat Nias itu sendiri,” ujar Alexander di lokasi.
Pernyataan ini selaras dengan visi besar Bobby Nasution yang menjadikan pendidikan sebagai kunci utama pemutus mata rantai kemiskinan.
Sebelumnya, gubernur juga telah menargetkan pembangunan tiga SMA Unggulan di Sumatera Utara, dengan salah satunya di Kepulauan Nias.
Proyek revitalisasi yang dimulai sejak April 2026 ini menunjukkan perkembangan menggembirakan. Berdasarkan papan informasi proyek, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp87,3 miliar bersumber dari APBD Sumut 2026.






