“Ini adalah bukti komitmen kami untuk menghadirkan pemerintahan yang jujur dan efisien. Bersama, kita bangun Kota Medan yang lebih maju,” katanya.
Kehadiran QRESTO juga menjadi bagian dari langkah strategis Pemko Medan dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan teknologi. Sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan transparansi transaksi sekaligus memperkuat pengawasan terhadap penerimaan pajak daerah.
Paparan QRESTO dalam Sharing Session bersama Katadata menjadi momentum bagi Kota Medan untuk memperkenalkan inovasi digital daerah kepada publik yang lebih luas. Sebelumnya, QRESTO juga diperkenalkan Rico dalam forum APEKSI Leadership Dialogue 2026 yang mengusung tema “The Future of Digital Governance” di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Pemko Medan berharap inovasi QRESTO dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan pengelolaan pajak daerah yang semakin modern, transparan dan akuntabel, sekaligus mendukung percepatan terwujudnya Kota Medan yang lebih maju.
Dalam kesempatan tersebut turut mendampingi Wali Kota Medan, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Medan, M. Agha Novrian serta Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Medan, Muhammad Ridho Siregar.(rel)






