Sekda Amril Lepas 103 Siswa Diktuba Polri, Tempaan Mental Berpadu Jejak Sejarah

oleh

Sementara itu, Raja Indra Bungsu dikenal sebagai salah satu tokoh kunci dalam garis keturunan kepemimpinan yang meletakkan pondasi awal Kesultanan Langkat.

“Sejarah ini diperkenalkan agar para siswa tidak hanya kuat secara fisik dan teknis kepolisian, tetapi juga memiliki akar historis, moral, dan etika yang kokoh dengan meneladani nilai kepemimpinan serta perjuangan yang diwariskan para pendahulu,” ujar Sekda Amril.

Plt. Bupati juga berpesan agar seluruh peserta senantiasa menjaga etika, kesopanan, serta menghormati nilai-nilai sejarah dan budaya selama berada di kawasan cagar budaya maupun saat berinteraksi dengan masyarakat setempat.

“Kita harus menghormati warisan sejarah dan budaya daerah ini sebagaimana kita menghormati para pendahulu yang telah meletakkan dasar-dasar pembangunan dan peradaban,” pesannya.

Usai pembukaan, Sekda Amril melakukan prosesi setawar sedingin sebagai simbol doa dan harapan keselamatan serta kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Prosesi tersebut sekaligus menjadi penanda pelepasan resmi para peserta untuk mengikuti kegiatan outbond.

Selanjutnya, Sekda Amril bersama rombongan turut mengunjungi Situs Cagar Budaya Bukit Kerangan dan melaksanakan ziarah ke Makam Raja Indra Bungsu di Kecamatan Hinai.

Turut hadir Kepala SPN Polda Sumatera Utara Kombes Pol. Wiyono Eko Prasetyo, Danyonif TP 907/Dewa Syahdan Letkol Inf. Jimat Suryo Utomo, Wakapolres Binjai Kompol Sofyan Helmi Nasution, Kepala Dinas Perhubungan Arie, Kepala Dinas Pariwisata Nur Elly Heriani Rambe, serta Camat Hinai Bahrum.

Melalui kegiatan ini, para siswa Diktuba Polri diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis kepolisian yang mumpuni, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, jiwa kepemimpinan, moral dan etika yang baik, serta kepedulian terhadap sejarah, budaya, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bekal menjalankan tugas sebagai anggota Polri di masa mendatang.(rel)