Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan disiplin wajib pajak sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan lembaga terkait dalam optimalisasi penerimaan PKB dan Opsen PKB.
Sementara itu, melalui High Level Meeting TP2DD Kota Medan, Bapenda bersama para pemangku kepentingan juga memperkuat komitmen terhadap percepatan dan perluasan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
Digitalisasi dinilai penting dalam menciptakan sistem penerimaan daerah yang lebih cepat, efisien, transparan, dan terintegrasi. Karena itu, perangkat daerah pengampu retribusi daerah didorong untuk mempercepat peralihan mekanisme pembayaran dari tunai menuju sistem digital.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan integrasi data penerimaan daerah sekaligus memudahkan proses pemantauan transaksi secara lebih cepat dan akurat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bapenda Kota Medan juga memperkenalkan Elektronik Layanan Optimalisasi Kolaborasi Integrasi Terpadu Pajak Daerah (E-Loket Pajak) yang secara resmi diluncurkan Wali Kota Medan Rico Waas.
E-Loket Pajak merupakan inovasi layanan berbasis integrasi data yang dirancang untuk menyederhanakan administrasi perpajakan melalui konsep layanan satu pintu. Pada tahap awal, aplikasi tersebut difokuskan untuk mendukung pelayanan pajak reklame dan selanjutnya dikembangkan secara bertahap ke sektor pajak daerah lainnya.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemaparan materi dari sejumlah narasumber, di antaranya perwakilan Bapenda Provinsi Sumatera Utara, Ditlantas Polda Sumatera Utara, PT Jasa Raharja Cabang Medan, serta perwakilan Departemen Kredit Multiguna Wilayah I. Salah satu narasumber dari PT Jasa Raharja Cabang Medan adalah Rizki Romodhon.
Melalui Sosialisasi Opsen PKB dan High Level Meeting TP2DD, Bapenda Kota Medan terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, lembaga keuangan, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak, memperluas penggunaan transaksi digital, serta memperkuat optimalisasi penerimaan daerah guna mendukung pembangunan Kota Medan.(rel)






