Habis Salat, Jalan di Rel Mau ke Ladang, Pria Sepuh Innalillahi Disambar Kereta Api

Kondisi korban di TKP. (Ist/ung)

Sergai (medanbicara.com)-Seorang pria sepuh diketahui bernama Partono alias Ondok (71) ditemukan tewas setelah tersambar kereta api lokomotif CC 2018332, di jalur rel Medan-Tebingtinggi, tepatnya di Dusun III Desa Sei Buluh, Kec Perbaungan, Sabtu (16/1/2021) sekitar pukul 13.55 WIB.

Lokasi pria tersebut disambar kereta api tak jauh di rumahnya, di Dusun III Kampung Tempel, Desa Sei Buluh, Kec Perbaungan, Kab Sergai.

Awalnya ada informasi dari warga masyarakat tentang adanya orang yang ditabrak kereta api arah Medan menuju Tebing tinggi. Kemudian masyarakat melaporkan kepada Kepala Dusun, Edi Saputra dan langsung ke TKP melihat korban, yang merupakan warganya sudah tergeletak di pinggir rel kereta api.

Kemudian Kadus menghubungi Polsek Perbaungan dan atas informasi tersebut personel Unit Reskrim Polsek Perbaungan turun ke TKP. Setelah sampai di TKP, ternyata korban sudah dibawa warga ke rumah korban.

Kemudian personel mendatangi rumah korban dan melakukan interogasi terhadap saksi-saksi.

Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Robin Simatupang SH MHum didampingi Kapolsek Perbaungan, AKP Viktor Simanjuntak mengatakan, setelah dilakukan interogasi terhadap saksi-saksi yang melihat secara langsung kejadian tertabraknya korban mengatakan, bahwa saat itu korban seperti biasanya setelah selesai salat dari rumah korban dan akan berangkat ke ladang yang saat itu berjalan kaki disambar oleh kereta api.

Dan setelah ditanya istri korban ternyata korban memang sulit mendengar atau pekak, sehingga diduga saat kereta api lewat tidak didengar oleh korban, sehingga mengakibatkan korban yang saat itu berjalan di pinggir rel kereta api tertabrak oleh kereta api barang, yang melaju dari arah Medan menuju Tebing tinggi.

“Atas kejadian tersebut keluarga korban membuat permohonan agar tidak dilakukan otopsi diketahui oleh kepala desa dan karena masih dalam berduka keluarga korban bermohon agar pemeriksaan pengambilan keterangan kiranya dapat dilakukan setelah acara penguburan,” pungkas Kapolres. (ung)

Mungkin Anda juga menyukai