Tersangka dan korban. (mdc)
Loading...

SERGAI (medanbicara.com)– Bukti Firdaus Tinambunan (32), warga Dusun III, Desa Damak Tolong Buho, Kecamatan Bintang Bayu, Serdang Bedagai tak menyangka akan menembak rekannya sendiri saat berburu babi hutan bersama.

Akibatnya, Burhanuddin Siahaan (50), warga Dusun I, Desa Damak Tolong, Kecamatan Bintang Bayu, tewas tak lama setelah tertembus peluru dari senapan gijlok milik Tinambunan di perladangan karet Dusun I, Desa Damak Tolong Buho.

Peristiwa itu terjadi Jumat (12/4/2019) sekira pukul 15.00 Wib. Saat itu, Tinambunan sedang berada di ladangnya di Dusun I, Desa Damak Tolong Buho bersama istrinya Kartina Purba. Tak lama di sana, Siahaan pun datang berjalan kaki lalu mengajak temannya itu berburu.

“Ayoklah kita berburu,” kata Siahaan kepada Tinambunan seperti dituturkan Kapolsek Kotarih, AKP Rasoki Harahap dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (13/4/2019).

“Nanti ajalah bentar lagi. Aku masih jaga kolam sama pisang ini,” jawab Tinambunan ketika itu.

Mendengar itu, Siahaan pun menunggu Tinambunan di ladang. Sekira pukul 15.30 Wib, Tinambunan akhirnya mengajak Siahaan pergi berburu. Dia pun mengambil senapan gijlok yang biasa digunakan untuk menjaga kolam di ladangnya, lalu mereka sama-sama berjalan kaki pergi berburu.

Tiba di perladangan kebun karet Dusun I, Desa Buho, keduanya kemudian mendengar suara melompat dari arah sungai ke atas. Mendengar itu, keduanya pun segera mengatur siasat.

“Ada babi itu!” kata Siahaan.

Namun oleh Tinambunan, temannya itu disuruh diam agar dia bisa mengejar babi tersebut. “Kalau ada babi kau tunggu aja di sini. Jangan kau ikuti,” katanya kepada Siahaan.

Tinambunan pun langsung berlari ke arah depan membawa senapan gijloknya lalu bersembunyi untuk mengintai babi dimaksud lewat, sembari mempersiapkan diri.

Setelah beberapa saat menunggu, sekira berjarak 25 meter, Tinambunan kemudian melihat rerumputan di arah depannya bergoyang. Tanpa pikir panjang, dia pun langsung membidik ke arah rumput tersebut, karena menduga bahwa babi hutan dimaksud berada di sana.

Dor…Peluru senapan gijlok milik Tinambunan melesat ke arah rerumputan dan tepat mengenai sasaran.

Namun, Tinambunan spontan kaget karena dari arah bidikannya bukan raungan babi hutan yang terdengar, tetapi suara jeritan manusia. “Aduh…!” teriak suara dari arah rerumputan.

Mendengar itu, Tinambunan langsung melompat keluar dari persembunyaiannya dan berlari ke arah suara tersebut. Tiba di sana, dia kaget bukan kepalang, karena yang terkena tembakan adalah temannya sendiri, Burhanuddin Siahaan.

Tinambunan pun langsung memeluk temannya itu lalu menjerit-jerit minta tolong. Namun sayang, tidak ada orang yang mndengar di perkebunan itu.

Dia kemudian berlari ke arah tetangga ladangnya Rambe Simamora. Tiba di sana, Tinambunan langsung meminta tolong.

Sayang, meski sudah mengatakan seseorang tertembak, Rambe Simamora malah menolak untuk ikut dengan Tinambunan.

“Aduh capek aku manen. Malas aku bermasalah nanti jadi saksi-saksi segala,” katanya.

Mendengar itu, Tinambunan pun meminta Simamora untuk memanggilkan iparnya. “Kalau gitu tolonglah panggilkan ipar ku di kampung, biar dikasi tau sama warga,” pinta Tinambunan.

Simamora pun langsung pergipulang ke rumahnya untuk membeitahukan kepada keluarga Tinambunan dan warga setempat tanpa melihat kondisi Siahaan.

Tak lama kemudian, warga pun berdatangan ke lokasi kejadian. Namun sayang, saat itu Siahaan sudah tewas.

“Korban meninggal dunia dengan kondisi dada sebelah kiri mengalami luka tembakan sebanyak satu kali dan dari mulutnya mengeluarkan darah segar,” kata AKP Rasoki Harahap.

Selanjutnya, warga membawa jenazah Siahaan ke rumah duka bersama Tinambunan.

“Saat itu, terduga pelaku meninggalkan senapan gijlok di perladangan miliknya,” jelas Harahap.

Personel Polsek Kotarih yang mendapat informasi segera menuju ke lokasi dan rumah duka untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi.

Polisi kemudian membawa jenazah Siahaan ke RSU Bhayangkara untuk dilakukan otopsi dan mengamankan Tinambunan di Polsek Kotarih.

“Untuk saat ini, keluarga korban belum membuat laporan pengaduan. Kita juga masih mencari barang bukti senapan gijlok,” jelas Harahap.

Lebih lanjut dikatakan Kapolsek, atas perbuatannya, Tinambunan diduga telah melakukan pelanggaran pasal 359 KUHPidana, karena dengan kelalaiannya telah mengakibatkan orang lain meninggal dunia. (mdc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY