Lebih lanjut, Ananda memaparkan bahwa sejumlah proyek dikerjakan oleh keluarga dekat Wiriya. Ia merinci proyek-proyek tersebut, mulai dari pemasangan paving block oleh Dinas Perkim di beberapa lokasi, rehabilitasi dua puskesmas oleh Dinas Cipta Karya, hingga proyek rehabilitasi sekolah dengan pagu anggaran sebesar Rp560 juta di bawah Dinas Pendidikan. Selain itu, Dinas Pertanian disebut merehab sejumlah bangunan, dan RS Amri Tambunan melakukan pengadaan genset senilai Rp1,3 miliar yang dimenangkan oleh CV Duta Putra Raya.
Dengan semua temuan tersebut, massa menuntut Wali Kota Medan Rico Waas untuk segera mencopot Wiriya Alrahman dari jabatannya sebagai Sekda.
“Kami merasa sangat resah karena adanya dugaan KKN, penyalahgunaan wewenang. Kami tidak ingin di Pemko Medan ada pejabat melawan hukum. Untuk itu, kami menuntut copot Sekda Kota Medan,” seru massa dalam orasi yang disambut pekikan “Hidup mahasiswa, hidup mahasiswa, hidup mahasiswa!” (za)






