Sementara itu, Kalapas Lapas Kelas IIB Muara Bungo, Muhamad Kameily menegaskan bahwa program seperti ini akan terus dikembangkan.
“Kami mendukung penuh kegiatan produktif seperti ini. Selain melatih keterampilan teknis, ini juga melatih kerja sama dan tanggung jawab. Membuat batu bata memang butuh proses, sama seperti membangun masa depan harus sabar dan konsisten,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Muara Bungo menunjukkan bahwa di balik tembok lapas, selalu ada cerita tentang harapan dan usaha untuk menjadi lebih baik. Karena dari sebutir pasir dan dua sak semen, bukan cuma batu bata yang tercetak tapi juga tekad untuk masa depan yang lebih cerah.
Dengan adanya kegiatan seperti ini , diharapkan para Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, juga memperoleh keterampilan yang bermanfaat. Sehingga mampu berkontribusi positif ketika kembali ketengah masyarakat. (man)






