Produk yang masuk ke galeri tetap melalui proses kurasi. Namun sebelum sampai pada tahap tersebut, Pemerintah Kota Medan bersama Dekranasda dan perangkat daerah terkait melakukan pendampingan agar produk UMKM semakin siap.
Rico Waas mengatakan kebutuhan setiap pelaku usaha berbeda. Ada yang membutuhkan pelatihan, akses permodalan, pengembangan produk, penciptaan pasar hingga akses pasar yang lebih luas.
Ia mencontohkan pelaku usaha kerupuk dan basreng dari Medan Denai yang sudah mengirim produknya ke sejumlah kota dan ingin menembus pasar luar negeri. Menurut Rico Waas, keinginan tersebut harus diikuti kesiapan dari sisi kualitas, konsistensi produksi, perizinan, kemasan dan kemampuan memenuhi permintaan.
“Memang butuh tahapan. Bagaimana konsistensinya, produknya, kualitas seperti apa, BPOM-nya bagaimana, halal-nya seperti apa, bagaimana packaging-nya, bagaimana konsistensinya, bagaimana tonase yang bisa disediakan. Nah, ini kan butuh kita dampingi terus,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Medan Airin Rico Waas mengatakan Gallery Mustika Deli bukan sekadar peresmian sebuah galeri, melainkan ruang bagi karya dan usaha masyarakat Kota Medan untuk berkembang.
“Kita sedang membuka ruang bagi karya dan usaha masyarakat Kota Medan,” ujarnya.
Ia menyampaikan Kota Medan memiliki banyak perajin dan pelaku usaha dengan beragam produk yang lahir dari keterampilan, kreativitas dan kerja keras. Karena itu, karya tersebut perlu mendapatkan ruang agar semakin dikenal dan dipasarkan lebih luas.
Sejak soft launching pada Juni 2025, Gallery Mustika Deli telah diisi sekitar 150 pelaku usaha dari bidang kuliner, wastra dan kriya.
Airin berharap keberadaan galeri memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha, sehingga produk semakin dikenal, pasar semakin luas dan usaha masyarakat terus berkembang.
Ia juga mengajak para perajin dan pelaku usaha menjaga kualitas, memperhatikan desain, meningkatkan mutu serta mempertahankan ciri khas produk Kota Medan.
“Semoga galeri ini menjadi tempat bertemunya karya, masyarakat, dan pasar. Semoga semakin banyak produk Kota Medan dikenal dan semakin banyak usaha masyarakat yang berkembang,” katanya.
Rico Waas kemudian mengajak stakeholder pariwisata, termasuk hotel dan biro perjalanan, ikut menggunakan produk UMKM Kota Medan.
“Kalau mau beli produk sabun, lotion, beli aja sama Mustika Deli. Karena itu mendukung UMKM yang ada di Kota Medan,” katanya.
Ia berharap sinergi tersebut membuat produk lokal tidak hanya dikenal di dalam galeri, tetapi juga hadir dalam aktivitas ekonomi dan pariwisata Kota Medan.
Mustika Deli telah dikurasi dari produk UMKM yang berasal dari berbagai wilayah di Kota Medan. Proses kurasi akan terus dilakukan seiring berkembangnya produk usaha masyarakat.
“Semoga memberikan dampak dan manfaat untuk UMKM kita. Jaya UMKM, semangat terus,” ujar Rico Waas.(rel)






