Dewi merasa, usai dipulangkannya BGS, mereka ketakutan apabila BGS juga membunuh mereka berdua, seperti yang dilakukan terhadap suaminya. “Sudah pasti saya enggak nyaman. Apalagi sampai sekarang saya masih trauma dengan kejadian itu,” tambah Dewi.
Dewi menjelaskan, pembunuhan terhadap suaminya terjadi pada Sabtu 31 Januari dinihari lalu. Malam itu, Aman bersama rekannya sedang minum di sebuah warung. Tak lama kemudian, pelaku berinisial RNI lewat mengendarai sepeda motornya.
Secara spontan, rekan Aman memanggil pelaku RNI, dan ia pun berhenti. Aman, karena tak merasa memanggil disebut sempat meminta maaf atas perlakuan rekannya.
Tak lama kemudian, RNI pergi meninggalkan lokasi dengan sepeda motornya. Namun tak lama kemudian, ia datang kembali bersama abangnya inisial DAS, juga ayah keduanya, BGS.
Disinilah Aman ditikami menggunakan pisau yang dibawa pelaku dari rumah. “Ternyata dia pulang itu sudah berniat jahat, mau melakukan pembunuhan. Jadi, dibawalah abang sama bapaknya dengan membawa, senjata tajam,” urai Dewi.
Dewi berencana melaporkan penyidik ke Propam karena dianggap tidak profesional. Ia pun berharap terduga pelaku ditangkap kembali, dan dihukum seberat-beratnya. Kemudian, penyidik yang menangani diminta diganti karena dianggap tidak profesional. “Penyidiknya kalau bisa digantilah karena saya enggak merasa nyaman dibuat seperti itu,” harap Dewi.
Sementara Kapolresta Deli Serdang Kombes Hendria Lesmana SIK, MSI, ketika di konfirmasi melalui aplikasi whatsapp pada Selasa (10/2/2026) belum menjawab meskipun konfirmasi yang dikirim contreng hitam dia. (man)






