“Kami warga sekitar sini sudah melarang untuk membuang limbah medis tersebut dikarenakan takut terjadi hal hal yang tak di inginkan kepada anak anak kami dan kebetulan anak anak kami ini sekolah pas di depan kebun sawit yang dibuang limbah medis itu,” kata Rahman.
“Kami tidak tau pasti sampah limbah medis apa apa saja yang dibuang di dalam kotak itu, cuma kami dibilangin orang Dinas Kesehatan dari puskesmas mengatakan, ‘Ini berbahaya dan ini beracun dan kami pertanggungjawabkan’,” katanya.
“Karena dibilang orang puskesmas tersebut berbahaya dan beracun kami pun menjauh bang. Yang kami takut kan anak anak kami yang sekolah itu, pada saat pulang sekolah mereka ke tumpukan sampah tersebut dan mengambil apa apa saja yang ada di dalam kotak tersebut,” katanya.
“Kalau abang mau lebih tau lagi kronologinya coba abang jumpai kadesnya biar jelas,” kata Rahman sambil minum kopi.
Kades Sei Londir, Alfadila Putra Sitorus saat ditemui sedang tak berada di rumahnya.(Vin)






