Edi Saputra: Derasnya Arus Informasi dan Digital Pengaruhi Karakter Generasi Muda

oleh

Ia mengungkapkan, generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa dengan menghindari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, maupun berbagai paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Menurut Edi, tantangan kebangsaan saat ini tidak lagi hanya bersifat fisik, tetapi juga hadir melalui ruang digital yang dapat memengaruhi pola pikir dan karakter generasi muda. “Pancasila mengajarkan kita untuk menghormati perbedaan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, mengutamakan persatuan, serta membangun demokrasi yang berkeadilan,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurut Edi, terdapat empat pilar utama yang menjadi fondasi wawasan kebangsaan, yaitu: Pancasila, sebagai ideologi dan dasar negara, UUD 1945, sebagai landasan konstitusional yang mengatur hak dan kewajiban warga negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebagai bentuk komitmen menjaga keutuhan wilayah Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, yang mengajarkan pentingnya toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman.

Lebih lanjut, Edi menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.(rel)