“Sudah dua tahun kami ajukan ke Pemko Medan, tapi belum terealisasi juga Pak. Mohon bantuannya pak agar mesjid kami bisa mendapat bantuan. Kebetulan saya Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM),” ujarnya.
Menjawab itu, Fauzi berjanji akan segera mengeceknya ke Pemko Medan agar diketahui kenapa prosesnya lambat.
“Tadi setelah saya tanya ibu Sekretaris Camat (Sekcam) Medan Kota, ternyata Mesjid Taqwa diagendakan masuk dalam Safari Ramadan. Jadi mohon bersabar ya pak. Meski begitu nanti akan saya kawal lagi,” janjinya.
Warga lainnya, Benny, meminta di lingkungan dilakukan fogging lantaran sudah ada korban yang terkena demam berdarah dengue (DBD). “Korbannya sudah ada pak, tapi belum ada fogging di lingkungan kami. Mohon perhatiannya pak,” keluhnya.
Menjawab itu, Fauzi menjelaskan bahwa fogging dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan harus dilampirkan bukti para korban yang sudah terkena DBD.
“Kalau fogging ini memang tidak ada pencegahan, dia penanganan lanjut ketika ada warga yang sudah terkena DBD. Jadi begitu mekanisme untuk fogging pak. Tapi kalau secara pribadi, nanti komunikasi dengan tim saya biar kita cek. Kalau memang perlu kita fogging pribadi,” katanya.
Usia mendengar seluruh keluhan warga, Fauzi berjanji semua aspirasi yang diserapnya akan dimasukkan dalam laporan reses untuk segera ditindaklanjuti.(rel)






