“Jadi sekali lagi saya ingatkan kepada kita semua, jangan salahkan pemerintah jika ada masyarakat yang tidak bisa menerima bantuan dari pemerintah ternyata telah terpantau dan terdata pernah melakukan kejahatan perbankan dan judi online,” tambahnya.
Edi mengajak masyarakat untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba yang terus marak di lingkungan masyarakat. Ia mengajak orang tua hingga para tokoh masyarakat di setiap lingkungan untuk terus aktif mengingatkan menjauhi narkoba, khususnya bagi kalangan pemuda dan generasi masa depan yang masih remaja.
Selain masalah tersebut, Edi juga menjelaskan tentang desil (tingkat kesejahteraan) warga, dimana saat ini pemerintah menilai kelayakan masyarakat mendapatkan bansos hanya melalui desil yang datanya sudah online. Warga yang berhak mendapatkan bansos adalah Desil 1-5.
Aturan desil ini, menurut Edi, belum merata antar daerah, karena persoalan ekonomi tidak sama. Ia pun mendorong ibu-ibu membuat konten positif di media sosial, menyuarakan masalah desil agar Presiden Prabowo Subianto mengetahui kondisi riil di lapangan.
“Dari pada buat konten yang enggak-enggak di medsos, lebih baik buat konten soal desil ini,” ujar anggota Komisi I itu. (rel)






