Ia menyebut masih banyak lampu penerangan jalan yang tidak berfungsi sehingga mengganggu keamanan dan aktivitas warga pada malam hari. Selain itu, kondisi jalan berlubang di sejumlah titik juga dinilai membahayakan pengguna jalan dan menghambat mobilitas masyarakat.
Permasalahan lain yang dinilai mendesak adalah banjir yang masih kerap terjadi saat hujan turun. Tia menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari sistem drainase yang belum optimal serta banyak saluran yang mengalami pendangkalan maupun penyumbatan.
“Kritik ini bukan ditujukan kepada pribadi siapapun, tetapi kepada kebijakan pemerintah agar lebih berpihak kepada kebutuhan masyarakat. Warga Medan Utara membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar wacana pembangunan,” katanya.
Sebagai fungsi pengawasan DPRD, Fraksi Gerindra, lanjut Tia, akan terus mendorong agar program pembangunan benar-benar menyentuh persoalan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Ia berharap Pemko Medan segera mempercepat perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, dan penerangan jalan sehingga kualitas hidup masyarakat Medan Utara meningkat sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut.
“Kalau Medan Utara ingin menjadi kawasan yang maju dan menjadi pusat pertumbuhan baru, maka persoalan dasar seperti jalan, drainase, lampu jalan, dan banjir harus diselesaikan terlebih dahulu. Itu yang menjadi harapan masyarakat,” pungkasnya.(rel)






