Renville Napitupulu Tampung Keluhan Banjir, Desil, Hingga Keamanan Warga

oleh

Medan (medanbicara.com) – Permasalahan banjir, lampu penerangan jalan umum (LPJU), hingga penentuan desil menjadi keluhan utama warga Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Hal itu disampaikan warga saat menghadiri Reses VI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 yang digelar anggota DPRD Kota Medan, Renville Pandapotan Napitupulu, ST, di halaman Gereja Katolik St Maria Ratu Rosario, Jalan Masjid, Lingkungan I, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (25/7/26).

Warga Jalan Binjai Km 8,5, Kampung Lalang, P. Surbakti, mengeluhkan genangan banjir yang kerap terjadi setiap hujan turun. “Setiap turun hujan, kawasan tempat tinggal kami selalu tergenang banjir. Kami sudah puluhan tahun tinggal di sini, ada sekitar 15 KK. Sudah kami laporkan kepada Lurah dan Camat tapi belum ada respons sampai sekarang,” ujarnya.

Senada, Media Napitupulu meminta agar Sungai Kampung Lalang diperlebar. Ia menyebut banjir tahun lalu di kawasan Jalan Gaperta dan sekitarnya dipicu luapan sungai tersebut. “Agar tidak terulang, kami minta sungai itu diperlebar supaya bisa menampung debit air bila hujan turun,” katanya.

Keluhan lain datang dari L Br Purba, warga Jalan Masjid, Cinta Damai. Ia mempertanyakan penentuan desil karena dirinya belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah.

“Karena desil ini menjadi pembicaraan setiap orang dan membuat saya kesulitan mengurus berbagai berkas. Masa saya masuk desil 10 kategori orang paling kaya. Padahal saya masih susah, rumah masih kontrak dan makan hanya bisa satu kali sehari,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Renville Napitupulu mengaku terkejut. Ia menyebut dirinya sebagai anggota DPRD Kota Medan saja tercatat di desil 6.